Kesepian seringkali menjadi perasaan yang sulit untuk diatasi. Terlebih lagi, dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, ketika interaksi sosial terbatas dan aktivitas dilakukan secara virtual, perasaan terisolasi bisa semakin memburuk.
Menurut ahli psikologi, kesepian dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental seseorang. Dr. John Cacioppo, seorang profesor psikologi di Universitas Chicago, mengatakan bahwa “kesepian adalah perasaan ketidakmampuan untuk merasa terhubung dengan orang lain dengan cara yang bermakna.”
Untuk mengatasi perasaan kesepian, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama-tama, penting untuk tetap terhubung dengan orang-orang terdekat, meskipun hanya melalui komunikasi virtual. Dr. Julianne Holt-Lunstad, seorang profesor psikologi di Universitas Brigham Young, menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial dalam mengatasi kesepian.
Selain itu, mencari hobi atau aktivitas yang disukai juga dapat membantu mengurangi perasaan terisolasi. Menurut Dr. Ami Rokach, seorang psikolog dan penulis buku tentang kesepian, “membuat jadwal aktivitas yang menyenangkan dan bermakna dapat membantu mengisi waktu luang dan mengurangi kesepian.”
Tak hanya itu, mengambil langkah proaktif untuk mencari bantuan juga merupakan langkah penting dalam mengatasi kesepian. “Jangan ragu untuk mencari bantuan dari ahli kesehatan mental jika perasaan kesepian terus berlanjut dan mengganggu keseharian Anda,” kata Dr. Sarah White, seorang psikolog klinis.
Dalam menghadapi kesepian, penting untuk diingat bahwa Anda tidak sendirian. Banyak orang mengalami perasaan yang sama, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang. Dengan langkah-langkah yang tepat, perasaan terisolasi dapat diatasi dan kesehatan mental dapat dipertahankan. Jadi, jangan ragu untuk mencari bantuan dan teruslah berhubungan dengan orang-orang terdekat. Kesepian bukanlah sesuatu yang harus dihadapi sendirian.
